PostHeaderIcon ***** Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Thn 2012 *****

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 81 TAHUN 2012 0000    

TENTANG

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA

 

I.      UMUM

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan perlunya perubahan yang mendasar dalam pengelolaan sampah yang selama ini dijalankan.  Sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tersebut, pengelolaan sampah dibagi dalam dua kegiatan pokok, yaitu pengurangan sampah dan penanganan sampah.  Pasal 20 menguraikan tiga aktivitas utama dalam penyelenggaraan kegiatan pengurangan sampah, yaitu pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah.  Ketiga kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari prinsip pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan yang disebut 3R (reduce, reuse, recycle).  Dalam Pasal 22 diuraikan lima aktivitas utama dalam penyelenggaraan kegiatan penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah.

 

Kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tersebut bermakna agar pada saatnya nanti seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dan seluruh sampah yang timbul dapat dipilah, dikumpulkan, diangkut, diolah, dan diproses pada tempat pemrosesan akhir.

 

Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kebijakan pengelolaan sampah dimulai.  Kebijakan pengelolaan sampah yang selama lebih dari tiga dekade hanya bertumpu pada pendekatan kumpul-angkut-buang (end of pipe) dengan mengandalkan keberadaan TPA, diubah dengan pendekatan reduce at source dan resource recycle melalui penerapan 3R.  Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat diharapkan mengubah pandangan dan memperlakukan  sampah sebagai sumber daya alternatif yang sejauh mungkin dimanfaatkan kembali, baik secara langsung, proses daur ulang, maupun proses lainya .

 

Lima tahap penanganan yaitu pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat secara bertahap dan terencana, serta  didasarkan pada kebijakan dan strategi yang jelas.  Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya memegang peran penting dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.  Sehubungan dengan itu, Peraturan Pemerintah ini berperan penting guna melindungi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, menekan terjadinya kecelakaan dan bencana yang terkait dengan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, Peraturan Pemerintah  ini  juga  diharapkan menjadi rujukan dalam menyusun peraturan daerah.

 

PostHeaderIcon Segenggam Berlian Dalam Timbunan Sampah

HIDAYAT, Direktur PT Mitratani Mandiri Perdana (Mittran). Bisnisnya mengelola sampah menjadi energi terbarukan, dan menjualnya ke sejumlah perusahaan. Sejumlah perumahan kini memakai jasa manajemen sampah darinya.


Berapa volume sampah yang dihasilkan warga Ibu Kota per hari? Menurut catatan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, tiap orang di kota ini menghasilkan sampah rata-rata 2,9 liter per hari. Dengan penduduk sekitar 12 juta jiwa, termasuk para komuter, tiap hari mereka menimbun 26.945 meter kubik atau sekitar 6.000 ton sampah. Kalau seluruh sampah tadi ditumpuk di Taman Monumen Nasional (Monas) yang luasnya 110 hektar, niscaya dalam 40 hari taman itu bakal beralih rupa menjadi timbunan sampah setinggi satu meter!.

Alih-alih diolah menganut prinsip reuse, reduce, recycle, sampah tadi hanya dibuang begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Jika tak memperhitungkan daya tampung, bukan tidak mungkin kasus longsornya timbunan sampah yang menewaskan warga sekitar akan terulang kembali. Kabar terbaru, kini ada enam perusahaan asal Australia, Cina, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Singapura yang berebut proyek pengelolaan sampah di Bantar Gebang. Mereka mengaku mampu mengolah dan menghasilkan kredit karbon sesuai konsep clean development mechanism (CDM).

Sejatinya, di pinggiran Jakarta, ada Hidayat yang mampu mengelola sampah sesuai konsep CDM tadi. Di bawah naungan Yayasan Rumah Perubahan, PT Mitratani Mandiri Perdana (Mittran) miliknya telah melakukan hal-hal yang dijanjikan para pengusaha asing tadi sejak dua tahun silam. Ia bahkan mampu memasok biomassa untuk beberapa perusahaan.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon KISAH TUKANG SAMPAH BEROMZET MELIMPAH RUAH

Sempat berbisnis sebagai pemasok produk pertanian, Hidayat lalu banting setir menjalankan usaha mengelola sampah. Dari hasil jualan mesin dan sistemnya, ia mampu meraih omzet ratusan juta rupiah saban bulan.

Sampah itu menjijikan. Tapi bagi Hidayat, sampah bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah ruah. Lewat bendera PT. Mitratani Mandiri Perdana alias Mittran, Hidayat berhasil menjadi pengusaha pengolah sampah dan menghasilkan beberapa produk yang siap jual. Seperti, pupuk organic dan biomassa.

Sebelum terjun ke bisnis produk buangan masyarakat ini, Hidayat sudah lebih dulu berkibar sebagai pengusaha pelbagai produk pertanian. Mittran boleh dibilang sudah malang-melintang menjajakan beragam produk pertanian. Sebutlah beragam jenis pupuk dan pestisida, puluhan model alat-alat pertanian, aneka benih, kursus usaha agribisnis, berbagai jenis mesin pertanian, hingga konsultasi bisnis. Malah, Mittran juga pernah menawarkan jasanya sebagai pialang jual-beli berbagai komoditas.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon PELUANG BISNIS

3 IN 1 GREEN INVESTMENT

Kesempatan untuk anda semua, 3 tujuan dapat dicapai dalam 1 Paket Usaha yang  menarik. Turunan dari “ Total Solution " mengolah sampah adalah mengolah plastik dimana hampir 45% dari Volume sampah  yang dibuang ke tong-tong sampah setiap hari.  Program pemilahan yang dilakukan di berbagai kota tanpa diikuti dengan “ proses berikutnya’ hingga mampu dijual akan berakhir sia-sia belaka. Karena plastik yang tercampur jenisnya satu-sama lainnya tidak mempunyai nilai ekonomis. Dan jika kita tidak peduli lingkungan yang akan menanggung akibatnya, LINGKUNGAN menjadi kumuh dan karena plastik berserakan.dimana-mana.

 3 tujuan dalam 1 paket adalah sebagai berikut :

 

  • -          Peduli dengan lingkungan, dengan menjadikan lingkungan bebas plastik.
  • -          Ide untuk membantu saudara/rekan/orang lain dalam bentuk usaha.
  • -          Investasi anda dijamin menguntungkan dengann tingkat keuntungan diatas  deposito bank.
  • -          Jaminan terhadap Investasi, karena dengan sistim sewa/bagi hasil.
  • -          Pembinaan kerja dan pemasaran dijamin oleh Network.

Mengapa hal ini menjadi menarik, karena ada persepsi antara pabrik plastik ( pengguna produk ) dan pemasok ( pemulung ) tidak ada kepercayaan terhadap kualitas. Pemulung mendapatkan plastik dalam keadaan kotor dan tidak tersortir, sedangkan pabrik menghendaki barang setengah jadi ( minimal telah tersortir ). Pengetahuan memisahkan ini tidak mudah kalau tidak didampingi oleh yang telah bermain dalam bisnis ini. Sedangkan nilai tambah antara plastik Kotor tidak tersortir dengan bersih tersortir bisa mencapai 300 % ( 3 kali lipat).Pada pengolahan tradisional biaya opersionalnya tinggi, sedangkan dengan sistim pengolahan Inovatif dari “ Mittran” menjadi lebih murah, sehingga bisnis ini menjadi menarik.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Bahannya Boleh Sampah, namun Marginnya Harum

Usaha pembuatan pupuk Organik mendatangkan margin tebal dan berprospek cerah

 Sejalan dengan kepedulian masyarakat akan lingkungan, pupuk organik semakin dicari. Selain memperbaiki struktur tanah, usaha pembuatan pupuk organik juga mendatangkan untung. Ditaksir kini ada ribuan pembuat pupuk organik.

Zaman berubah, kebijakan juga berubah. Begitu kira-kira kesimpulan yang bisa kita tarik melihat kebijakan pemerintah mengenai pupuk organik atau pupuk nonkimia. Pada masa Orde Baru, kendati tidak pernah ada larangan penggunaan pupuk organik, tapi tampaknya tidak ada program untuk mendorong pupuk berbahan baku organik ini. Pasalnya, pemakainya bisa mengganggu pemasaran pupuk kimia yang jadi andalan untuk mendongkrak produksi pangan dengan cepat: Revolusi Hijau.

Sekarang, Departemen Pertanian tidak hanya mendorong penggunaan pupuk organik, tapi juga memberi bantuan alat pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Bahkan memberi subsidi pupuk organik sehingga harga jualnya bisa Rp. 1000 per kg. Subsidi ini disalurkan melalui enam BUMN yang menjual pupuk organik ini, di antaranya PT. Pertani dan PT. Pupuk Sriwijaya.

Baca selengkapnya...

 
Product & Activity
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterYesterday40
mod_vvisit_counterThis week252
mod_vvisit_counterLast week207
mod_vvisit_counterThis month10482
mod_vvisit_counterLast month1287
mod_vvisit_counterAll days313278

We have: 1 guests online
Your IP: 54.205.166.220
 , 
Today: Apr 19, 2014
Login Form