PostHeaderIcon Mengolah Sampah Terpadu

 

 

 

 

1.PENGOLAHAN SAMPAH.

Persoalan berikutnya adalah Tempat Pembuangan Akhir yang dimana-mana sudah penuh dan tidak ada penggantinya karena berbagai masalah. Apalagi dengan diterbitkannya UU sampah no 18 tahun 2008 yang intinya sampah harus diseleseikan sedekat mungkin dengan sumbernya dan tidak ada lagi penggunaan konsep dibuang ke TPA.

 Hal ini menjadi persoalan dan masalah, tetapi juga menciptakan peluang. Peluang tersebut adalah Pengolahan Sampah Lingkungan. Konsepnya sampah diambil setiap  hari, menggunakan tempat sampah yang berlogo “ Mittran”, dilolah dengan cara dicacah ( untuk mengurangi volume dan merubah bentuk), dan kemudian menyalurkan ke lokasi untuk pengolahan lanjutan untuk pembuatan pupuk organik dan biomass, serta recycle plastiknya.

Paket Kerjasama adalah Mitra Kerja (MK ) dengan Managemet Mittran. Dimana seluruh Investasi disediakan oleh MK, sedangkan  Know How dilakukan berdasarkan pengalaman dalam pengelolaan Lingkungan. Bagi  Hasil dengan cara demikian MK mendapatkan 75% dari Keuntunan sedangkan Mittran mendapatkan 25%. Total Investasi untuk 1000 – 3000 KK dibutuhkan sekitar Rp. 300 juta, yang meliputi bangunan, motor, alat-alat yang digunakan mengolah sampah, tetapi belum termasuk sewa tanah.Iuran per KK tergantung dimana berada dan service yang dilayani, umumnya berkisar Rp. 40.000,- hingga Rp. 150.000,- untukper  titik dengan diambil setiap hari. Untuk 1 cluster mampu melayani antara  1000 -2000 KK yang  terbagi dalam 300 s/d 500 drum sampah.Dibutuhkan tenaga kerja hampir 14 orang yang dapat diambil dari tenaga lokal unskill. Gross margin usaha seperti ini bisa mencapai 30% s/d 40%. Dan pengembalian modal sekitar 2 tahun.

Namun demikian sampai pada Kontrak diperlukan berbagai langkah-langkah dari mulai melihat potensi, survey dan perlu dibuat mini study untuk setiap projectnya.

Untuk anda berminat menjadi “ Entrepeneur Sampah “ dapat menghubungi sdr. Ir.Mahendro, MM HP. 0811 991 332  atau email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 2. PENGOLAHAN KOMPOS

Hasil cacahan  bahan organik dari hasil pengolahan sampah kota, ternyata banyak bisa dimanfaatkan. Dengan proses yang sederhana, maka bisa digunakan untuk kompos, bokashi ataupun pupuk organik. Proses kompos tersebut meliputi proses fermentasi dengan cara anerob, pengayakan kasar, mixing dengan bahan organik lainnya dan kemudian dilakukan pengayakan halus. Setelah diayak halus bisa dikarungkan dan dapat dijual. Proses  pengolahan kompos ini akan effektif jika dilakukan di lahan yang mendekati pemakai, yaitu petani. Sehingga harga jualnya bisa murah.

 

 

 



Output yang diharapkan per hari dalam pengolahan pupuk organik ini sebesar 3 ton/5 ton atau sekitar 100 ton per bulan. Harga jual pupuk organik ( kompos ) saat ini untuk tingkat produsen sekitar Rp. 350,- hingga Rp. 450,- per kgnya. Sedangkan pada tingkat pengecer sektiar Rp. 1000,- hingga Rp. 1.500,-. Jika prosesnya benar maka petani bisa menikmati pupuk yang murah sekaligus ikut membersihkan kota.

Program kerjasama yang dapat diakukan adaah membangun pabrik pupuk organik. Kami membantu dari mulai tehnis produksi, formulasi dan pemasaran..

 

3.  RECYCLE PLASTIK

Fakta yang ada dalam pengolahan sampah adalah komposisi plastik yang dibuang oleh sektor rumah tangga semakin banyak.

Komposisi tersebut meliput, bahan organik ( 55%), plastik kemasan( 5%), plastik non kemasan (25%),kain,kayu dan lainnya sekitar 20% dihitung berdasarkan volume. Kami yang bergerak dalam bidang  jasa kebersihan berusaha memberikan “Total Solution” untuk sampah ini dengan memberikan manfaat ekonomi untuk para pelakunya.

Salah satu yang menarik secara ekonomi adalah pengolahan plastik, baik plastik kemasan maupun plastik non kemasan. Untuk plastik kemasan hanya dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian bisa langsung dijual kepada pengepul. Selanjutnya pengepul menjual kembali ke perusahaan-perusahaan .

Sedangkan untuk plastik lembaran, rantainya menjadi lebih panjang. Dibagi dalam 3 kelompok besar yaitu HDPE, LDPE, dan PP, masing-masing harus dipisahkan secara sempurna.Kemudian dalam transaksi juga dibedakan berdasarkan kategorinya yaitu dalam bentuk Kotor, Cucian basah,cucian kering dalam bentuk shredder dan lain sebagainya.

Kesempatan secara ekonomi yang dapat diperoleh adalah “ membeli “ barang-barang hasil program 3r dari masyarakat, plastik-plastik kotor dari TPA atau darimana saja, kemudian diproses dipilah dan dicuci seperti keinginan pabrik dan kemudian bisa menjualnya ke pabrik. Dimana para pelakunya bisa mendapatkan keuntungan, dengan demikian plastik-plastik akan otomatis menjadi bersih.

 

Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 06 Maret 2013 09:33)

 
Product & Activity
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday28
mod_vvisit_counterYesterday40
mod_vvisit_counterThis week266
mod_vvisit_counterLast week207
mod_vvisit_counterThis month10496
mod_vvisit_counterLast month1287
mod_vvisit_counterAll days313292

We have: 1 guests online
Your IP: 54.197.189.165
 , 
Today: Apr 19, 2014
Login Form